Pages

Thursday, December 20, 2012

Klik ON

 
Begitu mataku sedikit terbuka pagi ini... tertutup dan terbuka lagi. Menyesuaikan dengan kerlipnya lampu natal yang berada di sudut ruangan kamar tidurku. Ada sedikit sinar redup di atap kaca di atas tempat tidur... jam berapa kira-kira? tanganku meraba kesana kemari mencari HP tapi tidak ketemu. Hanya untuk melihat jam berapa pagi ini. 
Akhirnya aku kembali diam.... mengeluh karena hari sudah pagi.... 
Tiba-tiba aku ingin memulai hari ini dengan suasana hati yang gembira... aku tidak mau hanyut dalam ketidak enakan suasana pagi ini.
Klik ON.... dan menyala hati yang ceria... seceria lampu warna-warni yang tidak berhenti berkedip. Kuikuti keinginan hati..... dan kedekap kekasih selagi masih tidur....
Berpelukan dipagi hari... menghangatkan hati...
"ngopi yuuk....."
Dengan ringan badan mau diajak untuk bangun.... merebus air, menyiapkan kopi dan menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak hari ini untuk karyawanku....
Dan masih satu lagi.... pergi ke warung untuk membeli sarapan bubur sayur...

Terimakasih Tuhan untuk membuatku mampu meng klik ON hatiku..... semoga berlangsung terus untuk hari ini....
Selamat pagi buah hatiku... semoga hari kalian pagi ini menyenangkan....
Selamat pagi kekasih... semoga tugas-tugas hari ini diberkati Tuhan dan semua berjalan lancar....
Selamat pagi semua sahabatku... terberkatilah hari ini...

Damainya hati... sambil mendengarkan lagu-lagu natal....



Thursday, December 13, 2012

Sudut Hati....

Sudut natal di dalam kamar
Natal hampir tiba...
Pohon natal sudah kupasang sejak 5 Desember lalu. Sengaja awal, biar lama memandangnya, sepadan dengan kerepotan untuk memasang dan menghiasnya.
Pohon natal ini, tahun lalu aku letakkan di joglo  di depan rumah, milik tetangga. Mereka tidak keberatan bahkan senang ikut mamandangnya. Kali ini kupasang di sudut kamar. Karena memang hanya satu kamarlah tempat tinggalku kini.
Cuaca saat ini tidak mendukung, sering hujan dan angin. Belum lagi debu dari workshop kami. Dan alasan lain adalah... karena aku tidak bisa memandangnya setiap saat kalau terpasang di luar.
Sudut kamar menjadi tempat yang tepat untuk meletakkannya. Hanya tidak bisa kupasang semua daunnya, karena kalau semua terpasang akan menghabiskan tempat. 
Maka pohon natalku kali ini cuma seperempat terpasang. Tetap cantik dan indah karena semua hiasan natal bisa terkumpul di depan dan kemerlip lampunya kelihatan indah merata.
Natal bagiku membawa suasana damai....
Dulu aku sering tiduran di sofa sambil memandangnya di sudut ruangan... 
Kini aku selalu berada di dekatnya... bahkan tidurpun ditemani kerlipnya yang tidak pernah berhenti.
Sudut hatiku ikut terhias oleh sinar warna warninya... membawa damai di hati...

Selamat datang Natal...
Selamat datang kedamaian hati...

Sunday, December 2, 2012

Belajar dari wong cilik dan sederhana

jendela dapur... wajah sederhana menyapaku
hhhhhmmmmm..... cerita kecil:

pagi-pagi Srintil nongol didepan pintu dapur....
"pagiiiii bu Lilik....." sambil matanya melihat ke meja di depanku....
"pagiiii mbak Sri.... ono opo?"
"kagungan daharan mboten... sing dodol makanan pun dodol malih... kerso?" yang jualan di depan rumah sejak lebaran gak jualan... ternyata sudah 4 hari ini buka lagi.... aku gak tahu....
Rumahku masuk ke dalam sekitar 60 m... kalau nggak keluar aku nggak tahu perubahan di luar... apalagi yang jualan jajanan cuma jualan dari jam 6-9 pagi.
"pundi kulo tumbaske bu....." niat baik Srintil.... kusambut... dengan memberi dia uang 10 ribu... bisa dapat makanan 10 biji.... nanti bisa kubagi dengan dia.....
sebentar kemudian dia nongol lagi dengan piring berisi makanan penuh.... ketika separo kuberikan ke dia... dia menolaknya dengan keras.....
"kulo mung numbaske kok bu... kagem ibu sedoyo mawon"....
aku melongo.... dan dengan cepat dia ngeloyor pergi.....

untuk berbuat baik Srintil harus berjalan ke depan dan kembali lagi... hanya untuk membelikan... tanpa minta imbalan apapun....dilakukan dengan tulus hati!
=====================================================================

cerita kecil lain:
Martini..... yang aku pernah cerita anaknya dapat beasiswa untuk belajar di Amerika suatu hari nongol di pintu dapur... cengengesan sambil bawa kantong plastik isi pisang ambon.
"bu Lilik kulo perkosa nggih...." katanya sambil ketawa....
"hush... ngopo.... kok kon nampa pisang?"... Martini ini kalau lihat aku di pasar, pasti langsung nyeseli makanan, buah, krupuk bahkan pernah bandeng.... iki piyeee? ditolak pasti malah udreg2an di tengah pasar. Sekarang aku jarang ke pasar.. karena ada karyawan putri yang bisa belanja lebih baik dari aku... lebih murah dan berkualitas.... aku sering dibohongi kalau belanja di pasar....
Martini datang membawa dagangan es buah yang dikemas di gelas plastik lengkap dengan sendoknya.
" dipundut nggih bu.... "
"yo.... duwe 25 gelas po ra.. tak bagine ke karyawan"
setelah dia siapkan semua di meja karyawan, aku tanya "piro?"
"kalih doso (duapuluh ribu maksudnya)"
"ngawur.... trus kok regani piro esmu... pisang"
"mboten nopo-nopo.... kagem  bu lilik.... soale pun kerso kulo perkosa" katanya nyengenges.....
Akhirnya aku ambil uang 50 ribu biar gak ada kembaliannya. Benar saja, ketika aku menyerahkan uang 50 ribu dia ribut nggak ada kembaliannya.
"rasah susuk....." kataku
Dasar Martini keras kepala.... beberapa saat dia pergi... kemudian kembali dengan membawa 30 ribu... karena aku tidak mau menerima.. dia tinggalkan di meja dapur.. dan dengan cepat dia menghilang....hadeeeew.....

Srintil dan Martini memberikan jauuuuuhhh lebih banyak, karena mereka memberi dari kesederhanaannya...

Wednesday, July 18, 2012

Terbang

ketika bumi kutinggalkan
terbang bagai burung layang-layang
inikah yang mereka lihat?
alam semesta setengah lingkaran
karya manusia terlukis di sana
menghiasi maha karyaNya yang begitu indah

kusentuh awan dengan tangan telanjang
menembus gumpalan putih kapas
dingin tak terengkuh
hanya rasa yang tak bisa diurai dengan kata

walaupun seribu kaki aku terbang
keindahanMu....
hanyalah rasa cinta yang makin terpatri
di hati....


14 Juli 2012


Sunday, July 15, 2012

Flying is now... feeling is forever....

Terbang??? berani? nggak takut ketinggian?
Yes....!! aku mau terbang.... bagiku... ini menantang... terbang dengan hang glider yang pakai mesin. kenapa mesti takut? kan ada pilotnya? bahkan kalau mesinnya mati sekalipun... masih bisa terbang... katanya... hahahaha....
dan aku gak peduli... yang penting ngerasain terbang....

Acara inti adalah mau melarung abu kakakku yang meninggal 50 hari lalu. Rencana yang akan melarung anak laki satu2nya, berangkat dari landasan pacu di Depok-Parangtritis.
Mas Rosyid yang sedang sibuk menyiapkan diri untuk PON, akhirnya mau meluangkan waktu untuk kami. Karena kesibukannya, ternyata pesawat mungil berwarna merah itu, masih terparkir rapi di hanggar pesawat Adisucipto. Jadi harus diterbangkan pagi itu juga ke Depok-Parangtritis... nah mboncenglah aku dari bandara ke Parangtritis.

bergaya dulu...di depan hanggar Adisucipto
Mengingat jarak tempuh hanya 15 menit, aku ditinggal di hanggar pesawat bersama mas Rosyid dan suami langsung ke Parangtritis lewat darat. Ternyata mendung membuat kami harus menunggu, walaupun sudah siap sejak jam 6 pagi. Baru pukul 7.30 kami berangkat....

siap take off..... dari landasan pacu bandara Adisucipto

lepas landas.....I'm flying.....
wooow.... amazing..!
Assseeeeekkkk....
Parangtritis sudah kelihatan... persiapan landing...
siap landing di landasan pacu Depok-Parangtritis...

Akhirnya kami tiba di Depok-Parangtritis, setelah menempuh penerbangan 15 menit dengan ketinggian 1000 ft dan kecepatan 70 km per jam. Jarak Bandara Adisutjipto ke Depok Parangtritis 28,4 km..
Tibalah saatnya putra satu-satunya masku bersiap melarung abu bapaknya di udara...
habis terbang...lapeeerr.. nasi gudeng yummy!
Terakhir bersama abu kakakku
abu dimasukkan dalam tas
go...go...go....!


di ketinggian ini abu di larung... quick release!



selamat jalan mas... bersatulah dengan angin dan langit...

Selesai sudah...

Friday, July 13, 2012

Ini... aku... (foto-foto)

Setiap kali ditanya... "bukunya tentang apa mbak?.." jawabku selalu singkat "aku..."... reaksi orang, kening berkerut... nggak paham... makanya.. baca aja bukunya...hehehe....
Itulah sebabnya semua tulisan tentang launching bukuku kuberi judul "ini... aku"..

Bunga meja yang cantik
Berikut adalah moment indah yang diabadikan.. bersama orang-orang yang sangat aku cintai... sekali lagi.. terimakasih atas doa, perhatian, kehadiran... dan ketulusan hati yang menyatukan kita semua.


bersama Leo's, narasumber dan AAP

Selamat ulang tahun Mirta sayaaaang....

kenalke iki bojo dan anakku, Lik... kata Ping


sugeng rawuh...

Mas Dani, Dameria dan Ryan... merduuuu....

bersama sahabat

jelas khan siapa ini.... big BOSS

Ibu-ibu yang setia, dan Keshia, putrinya Ika

Keluarga besar Loyola'77

AB sumringah bersama Wiwik dan Wimpie

Penerbit yunior dan senior

Stella Amirta & Agung Adiprasetyo

hhmm... begini rasanya diminta tanda tangan

bersama Agung Adiprasetyo

bersama Stanley, penerbit Shining Rose

bersama keluarga besar Soekoer

Wiwik dan mas Totok
Lena, hadir dalam foto