Pages

Saturday, August 27, 2011

Bad decisions make good stories...

Temanku ini memang unik. Ketika aku banyak merenung dibilang nanti bisa depresi... eh sekarang aku malah diberi bahan buat merenung. Walaupun dia orangnya usil, dan biasa meledek, tapi kalimat Bad decisions make good stories... menarik untuk direnungkan. Spontan aku bilang... kalau jadinya good stories.. pastilah bukan bad decisions... tapi dia belum berkomentar.... aku yakin dia punya pendapat sendiri, karena dia selalu bisa memandang dari sudut yang berbeda. Sudut pandang yang usil atau nyelelek dalam bahasa Jawa.

Bad Decisions

Kata Bad (jelek), good (bagus)... sangat relative. Kelihatannya jelek, tapi ketika diberikan argumentasi yang bagus, bisa jadi bagus. Begitu sebaliknya, yang bagus bisa jadi jelek. Sebuah keputusan yang jelek, benar-benar jelek kalau dilandasi rasa marah, iri hati, cemburu, egois dll. Dan keputusan tersebut dibuat dengan penuh kesadaran akan akibatnya. Misalnya mengadakan rencana pembunuhan, pencurian, korupsi dll. Yang sudah jelas akibatnya, tapi tetap diambil. Keputusan yang jelek tetap akan menghasilkan kisah yang jelek.

Keputusan yang bodoh dan konyol juga ada, dan pasti hasilnya adalah cerita yang konyol juga. Apa ya contohnya???? (berpikir...) ngajak mertua mabuk kali ya.... pasti konyol cerita akhirnya hahaha... atau memutuskan untuk mudik lebaran naik sepeda... dari Jakarta ke Jogja... gilaaaa... ini jelas hanya dilakukan orang yang punya nyawa cadangan... atau mau bunuh diri!!...
Keputusan yang bagus atau yang jelek, baru ketahuan kebenarannya, kalau sudah menjadi cerita. Sudah lewat dan dilihat hasilnya. Prosesnya bisa cepat tapi juga bisa bertahun-tahun. Ada cerita baguskah, atau jelek?? Kita tidak bisa meramalkannya. Karena yang kelihatannya bagus, bisa menjadi jelek. Yang kelihatannya jelek bisa menjadi bagus.

Good Stories

Rasanya, nggak ada cerita yang jelek. Biasanya cerita akan ditulis atau diceritakan ketika sudah berlalu. Entah bagus entah jelek muatan isinya, tapi pasti ada makna yang terkandung di dalamnya. Film seri CSI (Crime Scene Investigation), banyak memberikan contoh keputusan jelek/buruk yang diambil para pembunuh, dan hasilnya juga buruk, tapi menjadi kisah yang bermakna orang-orang yang berkaitan dengannya, seperti polisi, penyelidik dll. Tapi juga bisa berdampak buruk karena para penjahat  menjadi semakin ahli.

Memang bisa pusing kalau merenungkan kalimat tersebut. Jadi sebaiknya aku akhiri di sini saja. Karena keputusanku untuk menuliskannya hanya ingin merenungkan apakah keputusan itu baik atau buruk. Hasilnya??? ya tergantung motivasi apa dibalik keputusan tersebut. Bahkan yang dilandasi niat baik pun, hasilnya bisa menjadi bad stories...
Yang penting, jangan takut membuat keputusan. Sedetail dan secerdas apa pun rancangannya, setulus apa pun hati yang melandasinya... harus siap dengan kisah yang akan muncul berikutnya. Bersyukurlah kalau memang sesuai dengan harapan. Kalau tidak?? lapangkan hati selebar-lebarnya, supaya bisa melihat apa yang ada di balik kisah yang terjadi diluar kehendak kita.
Atau Anda tidak ingin mengambil keputusan apa pun? karena itu juga sebuah keputusan... dan pasti ada kisah yang mengikutinya.

Sebaik apa kita sebagai istri???

(Sirakh 26:1-4, 13-16)

Berbahagialah suami dari istri yang baik,
dan panjang umurnya akan berlipat ganda.
Istri berbudi menggembirakan suaminya,
yang dengan tentram menggenapi umurnya.
Istri yang baik,
adalah bagian yang baik, yang dianugerahkan kepada orang yang takut akan Tuhan.
Entah kaya, entah miskin giranglah hatinya,
dan selalu rianglah roman mukanya.
keelokan istri menyenangkan suaminya,
tetapi kepandaiannya membesarkan hatinya.
Suatu anugerah dari Tuhan ialah istri pendiam,
dan tak terbayarlah pendidikannya.
Karunia berlipat dualah istri yang sopan, dan
perempuan murni tidak ada imbangannya.
Laksana matahari yang terbit di pegunungan Tuhan,
demikianlah keelokan istri yang baik,
di tengah rumah tangga yang rapi.




"Anak dari air mata tidak akan binasa"
Hari ini kita memperingati  St. Monica. Ibu dari St. Augustinus, yang kehidupan liarnya membuat ibunya menangis setiap hari. Suaminya bertemperamen buruk, sehingga membuatnya menderita. Ibu Monica adalah cerminan ibu yang sangat tangguh walaupun berurai air mata setiap hari. Sebanyak air mata yang keluar, sebanyak itu pula doa yang dia daraskan untuk suami dan anak-anaknya. Tuhan tidak menutup mata, dan Augustinus akhirnya bertobat, hingga dinobatkan menjadi orang suci yaitu Santo Augustinus dari Hippo.

Wednesday, August 24, 2011

Toples Kosong

Kosong...
Ada toples kosong di depanku.
Sudah kucuci bersih, siap diisi lagi...
Tinggal memilih...
Kalau isinya besar, pasti cuma sedikit yang bisa masuk.
Kalau mau banyak, mesti yang kecil-kecil..
Kalau satu warna, pasti membosankan.
Warna-warni pasti lebih menarik.
Apa ya???
Mungkin coklat berlapis gula warna-warni...
Menggugah kenangan masa kecil...
Penuh warna ceria...
Coklatnya membuatku bahagia,
Rasa manis dan kaya warna membuatku ceria...





note: 
ketika hidup terasa kosong dan hampa, bersyukurlah, karena kita memiliki banyak pilihan untuk mengisinya lagi (lilik)



Simbok dan Simbah

Wajah ceria para simbok dan simbah
Minggu lalu, kami teman-teman SMP Maria Goretti Semarang, reuni untuk pertama kali. Jadi, sudah 37 tahun kami tidak bertemu. Bayangkan, pastilah butuh waktu dan energy ekstra buat mengingat-ingat ini siapa ya??? dulu kamu klas berapa?? rumahmu dimana?? waduuuuh... tambah mumet...
Akhirnya, ya sudah... kita berkenalan lagi, untuk yang sama sekali tidak mampu kita ingat. Untuk yang kemudian bisa ditelusuri kenangan bersamanya, barulah pembicaraan menjadi lebih mengasikkan.
Sambil menikmati buka bersama yang beraneka, kami ngobrol. Memang dari semua yang hadir, 23 orang, menjadi terbagi dalam beberapa kelompok.
Beberapa teman yang aku kenal kemudian berkumpul menjadi satu. Materi pembicaraan, apa lagi kalau bukan soal anak, juga cucu. Diantara kami ada yang sudah punya cucu 4 orang, dan ada lagi 2 orang. 
Kalau bicara soal anak, rasanya nggak habis-habis....
Dari soal pendidikan, pergaulan, kelulusan, mencari kerja, calon mantu, dan juga kehidupan mereka setelah menikah, termasuk momong cucu...

Satu diantara temanku yang sudah memiliki cucu dua orang, berbisik:
"Lik, kalau kamu menyangka urusan orang tua bakalan selesai kalau anak-anak sudah menikah, itu salah... setelah mereka menikah pun, ternyata kita tetep mikir..."
"wah... kalau gitu, nggak bakalan selesai sampai mati ya... " kata temanku yang lain...
"ya iya lah... kan kita ini Simbok.... mesti nombok.... kalau jadi Simbah... mesti nambah..." kata temanku dan kami tertawa ngakak...

Simbok...nombok. Nombok itu bahasa Jawa, maksudnya kita membuat pengeluaran lebih besar dari yang seharusnya.... "wah tombok aku..." begini biasanya orang berkomentar. Sepintas bisa saja ini dianggap sebagai sesuatu yang negatif. berarti gak ikhlas ya membesarkan anak-anak sampai mereka menikah?? Pasti bukan begitu maksudnya. Tombok, karena memang simbok/ibu/orangtua... mengeluarkan biaya untuk kelangsungan hidup anak-anaknya sampai mereka mandiri, tanpa mengharapkan apa-apa. Sudah menjadi kewajiban. Kalau kita mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu, sudah jelas ada barangnya. Mengeluarkan biaya untuk kelangsungan hidup anak-anak, yang ingin dicapai adalah harapan. Harapan, anak-anak bisa menyelesaikan pendidikan, mendapat pekerjaan, memiliki pendamping yang sesuai hingga berbahagia lahir dan batin. Sulit sekali di ukur bukan?? tapi ini sudah menjadi kewajiban orangtua. Hanya berharap, mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dari orangtuanya, lebih bermakna dan berbahagia lahir maupun batin. Waduuuh... tinggi sekali harapannya ya.... dan anak-anak menikah punya anak... dan kami, khususnya ibu-ibu menjadi Simbah.

Simbah...nambah. Menurut pengalaman temanku yang sudah bercucu, ternyata orang tua masih ikut memikirkan, dan menambah ini itu dalam kehidupan mereka. Bukannya ini hal yang wajar ya?? kalaupun misalnya, anak-anak kita yang sudah menikah benar-benar sudah mandiri, tidak memerlukan bantuan materiil dari orangtuanya, mereka tetap membutuhkan bantuan moril. Entah sekedar nasehat bagaimana mendidik anak-anak mereka. Atau mungkin beberapa nasehat seputar perkawinan mereka. Pastilah orangtua/Simbah menjadi pelarian paling utama. Lhah.. mau kemana lagi?? Seandainya, mereka masih membutuhkan bantuan materiil, untuk mengawali kehidupan baru mereka, ya pasti Simbah ini juga tidak akan tega melepaskan begitu saja, kalau memang mampu melakukannya.

Bagiku, menjadi simbok, maupun simbah... entah nombok, entah nambah... bukankah semuanya ini untuk orang-orang yang kita cintai. Rasanya lebih berat, kalau kita tidak bisa memenuhi kebutuhan anak-anak. Memang dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk menghantarkan anak-anak... rasanya sampai tidak sempat memikirkan diri sendiri. Inilah seninya, seni hidup. Hidup tidak ada yang sempurna. Kita pernah menjadi anak. Sekarang kita menjadi orangtua, dan melakukan hal yang sama dilakukan orangtua kita kepada anak-anaknya.
Simbok nombok, simbah nambah.... sekedar celotehan ibu-ibu setengah baya, untuk saling menguatkan satu sama lain. Diluar itu, baik ibu, bapak, simbah, eyang, oma, opa... punya ketulusan luar biasa untuk anak-anak dan cucunya. Sebuah cinta tanpa syarat...

Monday, August 15, 2011

Romo vs Sopir Bis

Khotbah Romo hari Minggu kemarin lucu banget. Dia bertanya begini ke umat,
Romo : Menurut Anda, berapa kali Anda bisa membuat orang lain ingat pada Tuhan?
Umat : ... (diam ... menghitung..)
Romo : ada 10.000???
Umat : ... (diam.... dalam hati, hah apa nggak kebanyakan??)
Romo : kebanyakan ya??, ya sudah 5.000 mungkin?
Umat : ... (masih diam)
Romo : ya sudah 1000 mungkin? masih banyak? 500? atau dibawah 500??
Umat : ... (terdiam, bingung nggak berani menjawab)
Romo : ya sudah... (putus asa).. katakanlah 1000 kali. Kalau umur saya sekarang 41 tahun berarti sejak saya lahir, pertahun... (menghitung dalam hati)... hah... cuma sedikit ya... cuma 24 kali pertahun, berarti tiap bulan saya cuma bisa membuat orang ingat pada Tuhan 2 kali... dikit banget ya...??
Umat : ... ggggrrrr.... (umat ketawa)...
Romo : wah.. kalau gitu percuma ya saya jadi Romo, mending jadi sopir bus... coba... sopir bis itu kalau mau buat orang ingat pada Tuhan gampang banget.... tinggal mancal (injak) gas agak keras... pasti seluruh penumpang langsung ingat pada Tuhan....
Umat : hua...ha...ha...ha....

Terus aku merenung (ijin dulu dengan temanku... takutnya dikira depresi hehehe)...
Nah, mestinya kita ini bersyukur ya dengan adanya orang-orang yang membuat kita menderita, karena dengan menderita, kita jadi ingat pada Tuhan. Coba kalau hidup kita ini lancar, semulus jalan tol... kan malah bisa terlena... lupa... ketiduran... tahu-tahu sudah celaka. Situasi dan peristiwa yang tidak enak, yang kita alami, ternyata justru membuat kita dekat denganNya....
Jadi, besok kita mestinya bilang begini "terimakasih ya, sudah membuat aku menderita"... hehehe...

Friday, August 12, 2011

Depressi??

Agak mengejutkan bagiku ketika seorang teman mengomentari tulisanku "jangan merenung terus, nanti bisa depressi..." lhoh??
Mungkin tulisanku akhir-akhir ini berkisar tentang permenunganku selama bulan puasa. Bukannya berhenti merenung, aku malah tambah merenung. Benarkah aku depressi?? dan aku menemukan artikel ini di internet, yang kalau disimpulkan... merenung bukannya membuat kita depressi, tapi justru salah satu cara untuk mencegah depressi. Coba baca artikel di bawah ini.

Depresi atau stress dapat menimpa siapa saja. Depresi merupakan respons mental seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Depresi muncul disaat semua masalah menumpuk di otak dan tak tahu bagaimana cara mengatasinya. Sebagian besar orang tak merasakan gejala depresi, namun bila memuncak akan timbul perasaan yang tak bisa kita hindari.

Berikut gejala depresi, dan bagaimana cara untuk mencegah munculnya depresi dalam diri kita berdasarkan sumber yang ahli di bidang Psikiatri.
Gejala Depresi:
  1. Tak bergairah
  2. Mood Depresif
  3. Rasa bersalah dan tidak berguna
  4. Rasa Gelisah
  5. Pikiran Bunuh Diri
  6. Perubahan Pola Tidur
  7. Perubahan Berat Badan
  8. Tidak Bisa Konsentrasi
  9. Rasa lelah tak Berdaya
Dampak Depresi terhadap kesehatan fisik:
1. Cemas Berlebihan
Kondisi ini akan memacu hormon tertentu didalam tubuh yang menyebabkan denyut jantung meningkat dan tekanan darah berlebihan.
2. Menurunkan daya tahan tubuh.
Penderita depresi akan lebih gampang terkena penyakit karena kondisi tubuh menurun.
3. Seksual Menurun
Kondisi seperti ini akan menurunkan seksualitas si penderita.
4. Mempengaruhi Metabolisme Gula Tubuh

Mencegah atau mengatasi Dperesi
1. Pola Hidup teratur
  • Istirahat cukup 6-8 jam sehari akan menurunkan tingkat depresi.
  • Selain itu pola makan yang seimbang karena dengan makan teratur kondisi tubuh kita akan stabil
  • Olah Raga dan Rekreasi juga salah satu cara untuk mencegah terjadinya depresi  pada diri kita
2. Sikap Hidup Poositif
  • Berfikir rasional dan obyektif akan mencegah gejala depresi
  • Merencanakan kehidupan
  • Menerima yang tak dapat diubah
3. Meluangkan Waktu untuk diri Sendiri
  • Luangkan waktu untuk diri sendiri minimal 30 menit selama satu hari
  • Lakukanlah kegiatan seperti Spa, Meditasi, Yoga dan Relaksasi
4. Mengembangkan Kehidupan Spiritual
  • Belajar Lebih memahami diri sendiri
  • Belajar Lebih mengerti orang lain
  • Belajar lebih mengenal Sang Pencipta
Jika anda melakukan empat hal diatas maka kita akan terhindar dari depresi yang kapan pun dapat menimpa diri kita.
Sumber: Dr. Suryo Darmono. SpKj
Staff Departemen Psikiatri RSCM

Menarik juga untuk kembali melihat ke dalam diri sendiri. Jangan-jangan memang iya aku depresi... Tapi merasa lega juga, karena permenunganku adalah salah satu upaya untuk mengembangkan kehidupan spiritual, mengenali diri sendiri dan memahami orang lain. Dan memang benar, dengan belajar lebih mengenal Sang Pencipta... ada kekuatan lebih untuk memandang hidup ini dengan hati dan pikiran jernih, dan mensyukuri karunianya.

Salah satu cara mensyukuri karunianya.... pergi ke Jogja nonton Transformers.... yuuukkk!!! 

Tuesday, August 9, 2011

Senyum... untukmu

Terinspirasi email seorang teman di milis. Mengisahkan tentang "kentang". Kentang yang disimbolkan sebagai orang yang kita benci. Kemudian dimasukkan dalam kantung plastik. Harus dibawa kemana-mana selama seminggu. Selain berat (1 kentang, satu orang yang dibenci), bagi yang banyak membenci orang, lama-lama kentang juga bau... intinya.. membenci seseorang berarti membawa beban berat kemana-mana. Di sinilah pentingnya sebuat pengampunan... memaafkan.

Kemudian aku membayangkan. Bagaimanan kalau bukan "kentang"... tapi daging. Sedikit atau banyak yang kita benci, tetap menjadi beban dan baunya kemana-mana. Tidak hanya mengganggu kita yang membawanya, tapi juga mengganggu orang lain.
Selama hidupku, maksudku... hingga detik ini. Aku baru merasakan bagaimana membenci seseorang dengan sangat, sampai sakit. Satu orang saja, tapi sakitnya minta ampun. Baru kali ini aku bertemu dengan seseorang yang tidak berperasaan dan tidak memilki empati sama sekali. Setidaknya inilah yang aku rasakan pada awalnya. itu sebabnya aku merasakan sakit yang luar biasa.
Walaupun hanya melihat bayangannya sekelebat saja. Rasanya darah mulai mendidih, panas, jantung berdegup keras... entah bagaimana wajahku... mungkin sudah merah padam seperti setan. Lhoh... kok malah aku yang berwajah mirip setan ya.... seharusnya dia kan... yang sudah menyakiti aku dengan hebat.
Aku melihat dia baik-baik saja. Masih bisa tersenyum kesana-kemari. Sementara aku "blingsatan" sendiri.... membawa daging busuk kemana-mana. Mencari dukungan dan pembelaan diri..... bahwa dia yang jahat dan aku yang baik... yang benar. Tapi mengapa wajahku justru malah mirip setan, sementara dia seperti malaikat???...

Litani dua kata
Lama-lama aku menderita sendiri. Ternyata membenci justru membuatku sakit. Lebih sakit dari pada penyebab kebencian itu sendiri. Sakitnya menjadi semakin nyata, seperti sebuah piring tertancap di hatiku. Hatiku beku. Keras... dan benar-benar menyakitkan. Orang akan spontan bilang " mbok dimaafkan...."... ini mudah sekali diucapkan... tapi susah sekali di lakukan. Apalagi memaafkan dengan tulus. Bisa saja mulutnya dengan ringan bilang "sudah kok... aku sudah memaafkan dia". Tapi hati siapa yang tahu... siapa yang tahu hatiku begitu beku sampai sakit.
Maka aku berdoa. Sebuah litani dua kata untuk diriku sendiri "lembutkanlah hatiku". Doa dua kata yang kuulang ribuan kali, ketika hati masih terasa beku dan sakit. Waktu akhirnya menyembuhkan hatiku.... sedikit demi sedikit, hatiku melembut dan tidak sakit lagi. Barulah aku bisa belajar memahami. Kenapa toh dia berbuat seperti itu? apakah benar dia sengaja menyakiti aku? apakah benar dia bermaksud menjatuhkan aku? bukannya dia sudah minta maaf.... menyesal. Kenapa aku masih membawanya kemana-mana.... membawa kebusukan, menyebar bau yang mengganggu.

Doa
Barulah aku bisa berdoa... berdoa supaya aku bisa menjaga hatiku dari rasa benci. Berdoa supaya aku mudah memahami dan memaafkan orang lain.... dan berdoa supaya aku selalu bisa memilih mencintai dari pada membenci. Dengan mencintai aku bisa mendoakan orang-orang yang menyakitiku, dan meyakinkan diri bahwa mereka pasti tidak sengaja, tidak bermaksud menyakiti, dan ingin berbuat baik kepada orang lain. Mungkin caranya saja yang tidak tepat, di saat yang tidak tepat pula. Aku juga bukan orang yang suci. Yang terbebas dari dosa menyakiti orang lain. Mungkin ada juga yang sakit hati denganku, hanya tidak pernah dikatakan. Mungkin aku sudah melakukan hal-hal yang tidak pantas bagi orang lain, tapi biasa buatku. Mungkin ada orang lain yang begitu sakit terhadap sikapku tanpa aku menyadarinya.

Semua sama, kalau orang lain bisa menyakitiku, akupun juga bisa menyakiti orang lain. Entah sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja... hal itu sangat mungkin bisa terjadi. Karena kita semua masih manusia. Kita hanya bisa memilih, mau menyimpan daging busuk dan membawanya kemana-mana dengan wajah seperti setan. Atau membawa bunga yang harum, dan membagikannya kepada setiap orang yang kita temui. hhhhmmmm... terlalu repot ya... senyum aja deh... yang tulus dan murni dari dalam lubuk yang paling dalam...

Dan... bagi siapa saja... yang membaca tulisanku ini, yang mengenalku, dan yang pernah sakit hati karena aku....saat ini, dari lubuk hatiku yang paling dalam, setulusnya aku minta maaf... dan aku berdoa, semoga Tuhan memberkati kita semua dengan kasihNya yang indah.



Note:
kemarin kulkasku rusak. Perlu 2 hari untuk memperbaikinya. Semua isi kulkas terpaksa kukeluarkan. Luarbiasa!!... ternyata banyak yang harus dibuang!. sudah kadaluarsa... bahkan ada yang sudah busuk.... Semua langsung masuk ke kantong plastik hitam.. dan masuk bak sampah. Kulkasku, kosong, bersih, dingin dan segar.... siap kuisi sayur dan buah yang baru... good feelings..!!