Pages

Thursday, August 15, 2013

Psychologists say.....


Kalau aku bangun tengah malam.... dan gak bisa tidur sampai saat ini...
menurutmu kenapa?
mimpi buruk, kelaparan, kedinginan.... atau kebanyakan tidur ??

Selamat pagi semua
01:59

Wednesday, August 14, 2013

Belajar Hidup

Bekerja bersama anak-anak ada asiknya, tapi juga banyak kejutannya. Mereka anak-anak muda yang terbuka, ceplas-ceplos apa adanya... termasuk berkomentar tentang orang tuanya. Harus berlapang dada untuk mendengar dan meresapkan ucapan-ucapan mereka.

Suatu hari, ada istilah baru yang kemudian menjadi trade mark untukku.
"tenang maaa... kalau bicara nggak usah nge thrill gitu...." awalnya aku terkejut... kok ngethrill...?? ternyata itu istilah kalau nada suara kita meninggi seperti suara motor thrill... hehehe....

Lain hari, ketika kami bertiga belanja untuk membuat ketupat di pasar Klaten, aku bertanya ke penjual kelapa... "bu ini nanti marutnya di sebelah ya...?" aku merasa bicara biasa.. tapi nampaknya tidak bagi yang mendengar. Anakku langsung komentar... "mama kok nadanya galak banget sih?" hah... iya ya... masak sih? rasanya kayak ngomong seperti biasa tuh...

Rupanya, banyak hal dalam diri kita yang sepertinya biasa saja, tapi terdengar beda dan luar biasa bagi orang lain. Repotnya, kita tidak menyadarinya. Bahkan merasa baik-baik saja...
Bagi orang lain, bisa jadi kita ini sosok yang galak, kalau bicara ngethrill... mengerikan dan juga meresahkan. Salah-salah tanpa kita sadari... menyakitkan orang lain.

Maka, kita ini salah-salah memang menjadi "wrong person" bagi orang lain. Sementara kita sendiri, beranggapan bahwa si A, si B, si C... juga "wrong person" bagi kita. Orang itu menyebalkan... kalau nanya ndrindil kayak menginterogasi tersangka aja. Orang itu, kalau bicara to the point... sampai bikin hati sakit dengan kata-katanya... orang itu begini... orang itu begitu.. dll... tentunya yang dilihatnya buruknya saja. Pokoknya mereka adalah "wrong persons" yang mengusik kenyamanan hati juga hidup kita.....

Waduuuuh... kalau dengar komentar anak-anakku tentang gaya bicaraku.. aku jadi berpikir.. betapa banyak orang di sekitarku yang pasti terusik hidupnya karena aku. Lalu mereka belajar apa dari semua sikapku? semoga mereka belajar untuk memahamiku, menerima kebiasaan buruk yang tidak aku sadari, tetap bersikap positif walaupun hatinya sakit karena kalimatku....

Semoga... setiap hari aku selalu diingatkan untuk menjadi lebih baik, baik sikap maupun perkataaanku. Semoga... orang-orang di sekitar mau menerima maafku dan hatinya lapang untuk menerimaku apa adanya.

Bagiku sendiri... aku akan belajar menerima segala komentar yang membuatku lebih baik, berusaha untuk merubah sikap yang menyakitkan orang lain. Demikian pula aku belajar untuk memaafkan orang-orang di sekitarku yang mungkin tidak sengaja bahkan tidak sadar kalau apa yang mereka lakukan dan katakan menyakitkan hatiku.
Dan bagi kita semua, bukan hanya "wrong persons" yang mengajarkan hidup pada kita semua... tapi semua peristiwa di sekitar kita, buruk maupun baik adalah sarana untuk belajar hidup.
Belajar untuk memahami, menerima, menghormati dan menghargai orang lain. Dan yang penting lagi mencintai semua orang dan peristiwa yang kita hadapi setiap hari sebagai penghormatan dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Sunday, August 4, 2013

Maaf lahir dan batin...

Sebentar lagi Lebaran... Hari kemenangan bagi umat Muslim yang telah selesai menunaikan ibadah puasa sebulan penuh. Bulan penuh refleksi dan bersih diri, hingga pantas merayakan kemenangan melawan nafsu duniawi.

Aku jadi ingat mengahadiri sebuah pesta ulang tahun yang meriah. Kebetulan ulang tahun beberapa orang yang bertepatan dalam bulan yang sama. Kebetulan lagi... mewakili 3 generasi, dari belasan tahun, hingga yang sudah lebih dari 80 tahun.

Ketika acara sharing, bagaimana mereka selama ini menjalani hidupnya hingga mendapatkan berkah dan pantas disyukuri dalam sebuah pesta meriah... merekapun bercerita...

Yang utama adalah rasa syukur, karena telah berhasil melewati masa sulit dengan selamat. Diceritakan berbagai kisah sedih dan beratnya hidup hingga dengan kekuatan Tuhan mereka berhasil selamat. Dan akhirnya tibalah sang ibu yang sudah berusia 80 tahun lebih. Sebagai ibu yang sudah sepuh, beliau tidak bercerita, tapi memberikan nasehat... sangat singkat.. dan jelas.... "ojo gawe dosa..." walaupun suaranya lembut bergetar, namun menampar semua yang hadir!.

Siapapun pasti pernah berbuat dosa, termasuk ibu sepuh tersebut. Ibu sepuh tersebut, walaupun tidak bercerita pengalaman hidupnya, pasti memberikan nasehat dengan alasan yang kuat, bahwa dosalah yang membuat hidup kita tidak nyaman.
Mari kita renungkan sekali lagi.. 10 perintah Allah yang tertulis di batu, seperti yang di ajarkan Allah melalui Nabi Musa.

Sepuluh Perintah Allah
  1. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepadaKu saja, dan cintailah Aku lebih dari segala Sesuatu
  2. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat
  3. Kuduskanlah hari Tuhan
  4. Hormatilah ibu-bapamu
  5. Jangan membunuh
  6. Jangan berzinah
  7. Jangan mencuri
  8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu
  9. Jangan mengingini istri sesamamu
  10. Jangan mengingini milik sesamu secara tidak adil
Kalau kita melanggar perintah tersebut di atas berarti kita telah berbuat dosa.
Sebetulnya kita sudah tahu, bahwa kita berdosa ketika melanggar salah satu di antaranya. Namun kadang muncul pembenaran diri, dengan berbagai alasan atau "ngeles"....lha ini...lha itu...lha anu...lha inu....
Yang kita butuhkan sebenarnya hanyalah jujur pada diri sendiri... mengakuinya dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Walaupun sangat mudah sebagai manusia kita mengulangi dan mengulanginya lagi. Tapi Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga kita selalu diberi waktu untuk menyadari semuanya, mohon ampun...dan pasti diampuni...
"jangan berbuat dosa lagi..." sebuah ungkapan penuh kasih, maaf, dan memberi kesempatan untuk memperbaiki.

Untuk semua saudara dan sahabat yang sebentar lagi merayakan kemenangan dan merayakan hari Raya Idul Fitri, saya mengucapkan selamat atas kesuksesannya menjalani puasa, dan semoga pintu maaf juga terbuka lebar untuk kami sekeluarga apabila dalam pergaulan dan pertemanan telah melukai hati dan mengusik kenyamanan.
Semoga hati kita semua dibersihkan dari segala dosa dan disembuhkan dari guratan luka batin. Amin

Tuesday, July 16, 2013

Sobat-Sobit...






berakhir dengan kaki kraaam....


Lantern of Love

Semoga foto-foto di bawah ini mampu bercerita sejuta kata.....

Mendengarkan komentar teman-teman mereka

terbang tinggi melambungkan doa mereka

sibuk menerbangkan lampion masing-masing


doa-doa pun bertebaran ke langit
terbang... terbang... ayo terbang...


Puisi "Bintang"

Hujan...hujan...hujan... kepanikan mulai terasa. Aku didesak terus "plan B nya apa tante?" masih penuh keyakinan... aku menjawab "tidak ada... kita harus yakin Tuhan akan memberi terang". Anak ragilku menguatkan "tunggu sampai jam 6 kalau enggak terang baru kita pindah". Menjelang jam 6 gerimis tebal masih menyiram semua petugas yang tidak mau berhenti bekerja.
Tiba-tiba anakku ragilku bilang "ma... aku mau pasang lilin aja deh"... baiklah... mama juga akan pasang bunga-bunganya di meja.

Dibantu sahabat-sahabat anakku, kami menata bunga di meja bertaplak putih yang basah. Tiba-tiba ada bisikan dalam hati untuk sungguh memohon kepada Tuhan agar langit terang. Maka, kupakai sandal jepit, dan kemudian aku berjalan berkeliling venue sambil  tak henti mendaraskan doa Bapa Kami. Tidak peduli sanggulku basah... aku hanya ingin mohon belas kasihanNya.... "please God... tiga jam saja... kasihanilah mereka semua yang sudah bekerja mempersiapkan ini semua... dan pandanglah karya mereka yang begitu indah dan cantik...."

Setelah itu... gerimis menipis... jam 18.30 sesuai acara... tamu mulai berdatangan... aku sudah berganti selop dan menyambut tamu....
Tuhan Maha Besar.... gerimispun reda.....
siap menerima tamu
Vanue yang basah tapi tetap cantik

Tetap bersinar ceria
Stella dan Dion  memasuki venue..... di iringi musik akustik dengan lagu "walking after you"...
Stella dan Dion

Berhenti untuk mendengar ucapan terimakasih dan puisi dari bapaknya

Stella artinya bintang. Bapaknya sejak pagi merenung di tepi jembatan, di Sambi dan membuat puisi untuk anak tersayangnya....

 Arti Sebuah Nama

Kupahatkan bintang pada namamu
biarlah engkau melesat ke angkasa
menembus awan-awan
dan menghiasi langit malam
jadilah indah di kegelapan

Kunyalakan lentera dalam hatimu
agar menjadi terang dikala gelap harapmu
jadilah kesabaran ketika gundah menyesakkan dada

mengalirlah cinta dalam darahmu
agar menjadi sungai kebahagiaan
membasahi kehidupan
dan menumbuhkan kedamaian
(Totok, Sambi, 8 Juni 2013)


Terimaksih Tuhan...untuk segala yang terselenggara pada hari ini
kami yang berbahagia
kel besar Suharso yang berbahagia
Srella dan Dion yang ceria
Mbak Riyani dan Nunung mewakili Loyola"77
bersama seluruh karyawan Dian Prima
sahabat setiaku
om dan tante-tante
Heru dan keluarga

Lucia sekeluarga
mas Gigir dan mbak Wiwik
Tuhan Maha Besar..... berkat kasihNya, langit terang hingga pesta selesai. Dia tidak hannya memberi 3 jam, tapi 8 jam langit yang terang dan indah. Terimakasih Tuhan, terimakasih untuk semua yang hadir. Para sahabat, keluarga dan semua teman yang hadir di pernikahan Stella dan Dion....

Pernak-Pernik cinta...

Banyak yang menganggap, resepsi pernikahan Stella dan Dion mewah, glamour... dan pasti mahal. Tapi ada juga yang mengucap "humble but gorgeous". Entah apa yang menimbulkan komentar-komentar tersebut. Sambi resort memiliki venue yang cantik di malam hari. Mereka sudah memiliki tanaman indah, dengan lampu yang berhamburan di bawah setiap tanaman, juga di sudut halaman. Kami tinggal menambahkan pernak-pernik sebagai asesoriesnya.
Bak wajah, Sambi vanue adalah wanita cantik alami, kami tinggal sedikit memoles,dan memberikan sentuhan make up disana-sini.... dan memang menjadi cantik sekali....

Semua pernak-penik kami persiapkan sendiri......
Lilin gantung dengan biji2an di dalamnya

teplok mini ikut berpose

Tulisan anak ragilku dan kayunya pun buatan sendiri dr sisa kayu produksi

Sambi venue di saat kami poles dengan kursi dan gubug catering

Lampu ting seperti inipun juga buatan sendiri

kalau ini ciptaanNya yang luar biasa indah... aneka warna yang cantik
Foto dari Yongkie Hurd, Portland - Oregon

Apalagi yaaa..... oya, untuk penerangan venue, kami membawa lampu spotlight yang biasa kami pakai untuk pengeringan di ruang cat...
Banyak akal dan ide yang murah meriah tapi pasti ditangani dengan penuh kasih sehingga hasilnya menankjubkan.... dan terkesan mahal... percayalah... tidak seperti yang dibayangkan....