Pages

Friday, November 18, 2011

Tuhan... aku malas berdoa...

Aku lagi malas berdoa. Berdoa yang aku maksudkan adalah mengikuti misa pagi. Menuju gereja, sambil berdoa rosario. Tepat jam tiga siang, saat alarm HP ku berbunyi, aku berdoa koronka. Biasanya berjalan dengan lancar, tanpa hari terlewati. Bahkan saat di perjalanan, atau ketika rosario ketinggalan, aku bisa menggunakan jari-jariku. Tapi, sekarang aku lagi malas.... entah kenapa...

Hidup doa yang biasanya begitu menyenangkan, penuh kedamaian karena dekat denganNya, sekarang terasa hampa. Jenuhkah? atau karena merasa tidak ada gunanya. Setidaknya untuk saat ini, saat tiba-tiba merasa tidak sabar menanti... hingga akhirnya dengan pasrah aku cuma bisa bilang... Tuhan, aku malas berdoa.

Mungkinkah ini sekedar jeda dalam kehidupan doaku. Sedikit menjauh untuk melihat karunia apa yang sudah Tuhan berikan ke aku. Mungkin aku seperti anak yang hilang. Baru ingin pergi menjauh sebentar, hingga nantinya kembali pulang dengan penuh kerinduan.
Kerinduan bersimpuh di depan altar mungilku. Menikmati kebersamaan yang indah, merasakan kasihNya yang luar biasa. Bagaikan anak hilang yang pulang dalam pelukan Bapanya.

Aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri. Bahwa di saat kehampaan melanda, kehidupan doaku hanya sekedar rutinitas, hapalan. Aku tidak ingin mempersembahkan sesuatu yang tidak sungguh-sungguh ingin aku lakukan. Kepalsuan, kebohongan... tidak ada gunanya. Bukankah Tuhan Maha Tahu....

Sapaan-sapaan kecil lah yang saat ini sering aku lakukan. Sekedar berbisik : terimakasih, maturnuwun Gusti. Mendesah sambil menguap... Tuhan, aku mau tidur... ngantuk sekali.

Aku hanya ingin membiarkan hari-hariku berlalu dalam diam. Meringkuk di sudut hatiku sendiri, membiarkan Dia menguasai segalanya. Biarlah Dia merajai hatiku.

Aku senang sekali berada di hatimu. Aku ingin mengajarkan kepadamu sifat kanak-kanak rohani. Aku ingin engkau menjadi sangat kecil, sebab kalau engkau kecil, Aku dapat mendekapmu di dekat Hatiku, sama seperti saat ini engkau merengkuh Aku di dekat hatimu. ( Bacaan Harian St. Faustina no. 1481)

No comments:

Post a Comment