Pages

Sunday, June 10, 2012

Aku anak siapa??

Mumu: aku anak siapa??
Kalau berdasarkan usia manusia, Chico, anjing tetangga umurnya sekitar 75 tahun. Anjing bentina yang mestinya berbulu indah ini, mesti menyerah pada pengasuhnya, yang selalu memandikannya dengan detergen. Hasilnya, bulu rontok semua... bisa dibayangkan.. pastilah kecantikannya sirna!.
Mungkin itu pula sebabnya, tidak ada yang naksir dia, hingga Chico tidak pernah punya anak.
Hingga suatu hari Chico menghilang. Semua sudah pasrah... toh dia sudah tua...
Dua hari setelah dia menghilang... baru ketahuan kalau Chico melahirkan!. Dia bersembunyi di balik tumpukan kayu. Anaknya cuma satu... dan tersebarlah gossip.... siapa bapaknya???


Si kecil Mumu, anak Chico mulai keluar dari persembunyian ibunya. Sangat hiperaktif... berlari kesana kemari. Lucu tapi juga menjengkelkan... kembali gossip bergulir... siapa bapaknya??
Melihat wajah dan bentuk badannya yang sedikit kekar.. tuduhan langsung ke Zulu, anjingku....
"kayaknya, Mumu anaknya Zulu...."
Tuduhan yang tidak berdasar.. dan aku pun protes... masak Zulu naksir Chico... nggak trima !!... hahaha...
Gosiip segera berhenti karena alasan yang sangat kuat. Zulu tidak punya testis, jadi dia nggak bisa kawin, apalagi punya anak.... nah... Zulu pun bebas dari tuduhan....
Lalu Mumu anak siapa?? tetap menjadi misteri...


emang gue pikirin...?!
Mumu, tidak peduli... masih nakal dan suka sekali menggigit dan membawa lari sandal, bahkan juga pakaian yang baru saja diletakkan di ember untuk dicuci. Maka dia menjadi sasaran kemarahan banyak orang. Tapi Mumu tidak peduli.... Emang gue pikirin!.
Suatu hari Mumu hilang. Walaupun dia sering menjadi biang kerok barang-barang yang hilang, tapi ketika dia hilang, semua orang mencari....
Zulu dan Mumu... bapak dan anak??
Akhirnya bisa ditemukan tidur ditempat tersembunyi. Rupanya karena dia suka berlari kesana kemari, kemudian terjatuh ke tempat yang agak dalam dan tidak bisa naik sendiri.
Sejak itu Mumu diberi kalung dengan lonceng kecil, sehingga semua tahu kemana dia pergi...
Mumu anak siapa? semua sudah tidak peduli lagi. 
Hanya Zulu yang peduli. Karena tiap kali lonceng di leher Mumu berbunyi, itu berarti dia sudah ada di depan pintu rumah kami, dan Zulu pun minta keluar untuk bermain dengannya.


Manusia sering mempertanyakan asal-usul seseorang, dan masa lalu menjadi standart penilaiannya. Mungkinkah kita sedikit belajar... untuk melihat seseorang di masa kini saja. Sehingga kita bisa saling menyayangi tanpa prasangka... cukup menggunakan hati yang bersih dan terbuka... menerima seseorang apa adanya....

2 comments:

  1. keren haks! sometimes bebet bibit bobot are too much! hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul... kasihan yang nggak berbobot, tidak berbebet dan tidak berbibit baik... siapa yang mencintai?? kita semua di hadapanNya...

      Delete