Pages

Monday, June 4, 2012

Hanya debulah aku...

Joseph Hadiono Soekoer (alm)
Bicara memang lebih mudah dari pada menjalaninya. Ketika sehat, begitu mudah dan santainya kakakku berkata "kalau aku mati diperabukan aja, dari pada repot". Kenyataannya, ketika saat itu tiba, terasa berat bagi kami yang menghadapinya. Namun, amanat ini toh harus dijalankan, sebagai permintaan terakhir kakakku.
Setelah menderita stroke hampir 3 tahun lamanya, akhirnya Tuhan berkenan membebaskannya dari penderitaan 28 Mei 2012, pukul 19.30.
Semua sudah selesai. Wajahnya lebih damai dari pada ketika sakit.

Ini kali pertama aku melihat proses kremasi. Dalam hitungan jam, semua lenyap, tinggal abu yang disimpan dalam guci. Inilah tubuh yang sudah menjadi abu, dulu milik kakakku. Semua tinggal kenangan, dan tersimpan indah di hati.

Betapa rapuhnya tubuh pada akhirnya. Kita bukan apa-apa ketika semua harus dikembalikan kepada Sang Pencipta. Proses kremasi mengusik kesombonganku sebagai manusia. Betapa tidak berartinya kita ketika sudah tiada. Lalu, mengapa harus merasa lebih berkuasa, lebih suci, lebih pandai, lebih dari segalanya dari orang lain, kalau pada akhirnya kita semua sama dihadapanNya. Dari abu kembali ke abu....

Dan akupun bersimpuh di hadapanMu


Hanya debulah aku... di alas kakiMu, Tuhan
Haus akan titik embun... sabda penuh ampun

Ampun seribu ampun... hapuskan dosa-dosaku
Segunung sesal ini... kuhunjuk padaMu

Tak layak aku tengadah, menatap cahayaMu
Tak layak aku menghadap di depan altarMu

(Madah Bakti 370)

Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kakakku, dan memberikan tempat indah bersamaNya di Surga. Dan semoga kami yang ditinggalkan belajar untuk lebih rendah hati di hadapanNya, dan mengisi hidup ini dengan perbuatan baik berdasarkan penghargaan tinggi terhadap sesama dan semua ciptaanNya. Amin.

2 comments:

  1. ....akupun menangis lagi....bukan karena ketidak relaan atas kepergianmu, tapi lebih karena...kenangan-kenangan yang tertinggal....selamat jalan kakak...kalau agamaku memperbolehkan, akupun ingin di kremasi.

    ReplyDelete