Pages

Sunday, November 18, 2018

Tongkat Estafet

Sebuah obrolan konyol di sore hari, setelah semua karyawan pulang. Ngopi dan sepiring gorengan menjadi teman asik diantara kami. Tiba-tiba anakku yang tepat 2 bulan kembali pulang dan berjuang mengembangkan usaha yang sudah kami rintis bertahun-tahun bertanya dengan lugunya.
"sebenarnya... orangtua seneng nggak sih anaknya pulang??"
"ya iyalah....!" jawabku keras...spontan.. tapi malah membuatnya tertawa.
"konyol ya pertanyaanku...??" katanya sambil tertawa....

Ketika tahun lalu kedua anakku berkeras mau resign, dan kembali pulang, kami sebagai orangtua tentu saja senang, tapi juga sedikit kawatir. Seberapa kuat keinginannya, dan bisakah di melewati masa sulit membenahi perusahaan ini dengan tegar dan kuat. Sebetulnya sebagai orangtua kami berkeinginan untuk membereskan semuanya dulu, dan baru mengijinkan mereka pulang tahun depan. Tapi dia malah berkeras tahun inilah saatnya yang tepat.

****************************************************

Pembicaraan di atas itu terjadi 4 tahun yang lalu. Dalam waktu 3 tahun dengan kehadiran kedua anakku perusahaan pelan-pelan bisa bangkit kembali. Ber 4 sebagai tim yang solid sekaligus profesional kami berhasil menyelesaikan satu persatu persoalan hingga pada akhirnya di tahun 2016 semua hutang terbayar. 
Tangisan kelegaan dan penuh syukur. 
Dan pada awal tahun 2017 mereka siap dilepas. Menjalankan, meneruskan dan mengembangkan perusahaan ini 100% di tangan mereka. Kami berdua pensiun.
"Biarkan kami menjalankannya, kalaupun ada kesalahan biarkan kami belajar dari kesalahan" begitu tekad mereka.

Maka kami undur diri. Pelan-pelan namun pasti. Dan mereka berjuang kembali demi masa depan mereka sendiri yang paling utama. Kami hanya bisa mendampingi, membantu bila diperlukan. Sudah saatnya semua dilepas ke generasi yang lebih muda. Cara mereka menjalankan perusahaan ini sudah pasti berbeda dengan yang kami lakuan. Namun dunia juga ikut berkembang bersama mereka. Sedangkan kami sudah mulai bertambah usia. Makin kesulitan memahami dan mengikuti perkembangan jaman yang begitu cepat.


Tongkat estafet kami ulurkan, dan mereka berlari meneruskan perjalanan hidup melalui usaha yang kami rintis dengan perjuangan. Dengan berbagai kekurangan yang menjadi pengalaman berharga bagi mereka. Selamat jalan anak-anakku.. semoga Tuhan mendampingi dan melindungi perjalanan hidup kalian hingga sampai ketujuan.

kami hanya bisa meletakkan satu bata, selanjutnya mereka
yang membangunnya. Selamat berjuang anak-anakku!!

No comments:

Post a Comment