Pages

Tuesday, June 25, 2013

Menuju Hidup Baru... (Menjual Dawet))

Ada beda pendapat, arti dari menjual dawet yang dilakukan orang tua, pada acara siraman sementara calon pengantin putri dirias untuk menyambut malam midodareni, supaya se ayu bidadari parasnya.
Menjual dawet pada acara ini bisa diartikan supaya rejeki mereka nantinya "kruwel-kruwel seperti dawet, dan hidupnya manis, gurih seperti dawet". Ada juga yang mengatakan, karena dawet bentuknya bulat, maka menunjukkan kebulatan orangtuanya untuk menikahkan anaknya. Yang jelas artinya bagus semua. Biasanya menjual dawet hanya dilakukan pada waktu mantu pertama kali. Para tamu membeli dawet dengan kreweng yaitu uang yang dibuat dari tanah liat.

siap menjual dawet, yang digendong tempat uang kreweng


uang dibagikan ke semua tamu untuk membeli dawet ketan





hidangan tumpeng dan jajan pasar
Sahabat... setia menemani
sahabat dan saudara yang menemani

Tidak disangka, ternyata banyak juga yang hadir dan membeli dawet kami. Laris dan katanya dawetnya enak sekali, apalagi ada tape ketannya.... yummy...

Sementara di dalam kamar pengantin, Stella sedang dirias bak bidadari, walaupun dandannya belum sempurna... yang menyempurnakan kecantikannya adalah para bidadari yang mengelilinginya.





Terharu dan bangga, anakku Stella cantik sekali.... memang benar "pamor"nya memancar....

No comments:

Post a Comment