Pages

Wednesday, February 27, 2019

Daun-Daun Berjatuhan

Macrame adalah seni membuat simpul tali yang menjadi hiasan menarik dan sekarang lagi marak. Aku dulu belajar dari ibu, puluhan tahun lalu. Mengingat kembali apa yang diajarkan ibu, menjadi kenangan yang indah saat aku membuatnya lagi di waktu luang sekarang ini.
Macrame bisa menjadi karya untuk tanaman gantung, Hiasan dinding, bahkan kursi.




Dari kayu bakar menjadi gantungan macrame
Kali ini aku ingin membuat gorden sendiri. Pingin sesuatu yang beda dan buatan sendiri. Membuat gorden dari macrame memberikan pengalaman khusus. Ada perbedaan membuat macrame dan merenda. Macrame tidak membutuhkan alat. Hanya tali dan tangan kita. Renda membutuhkan hakpen untuk mengaitkan benang menjadi karya yang cantik.
Perbedaan lain adalah ketika ada kesalahan, renda lebih mudah dan gampang membongkarnya. Tinggal ditarik benangnya, semua kaitan sudah terlepas. Macrame membutuhkan waktu dan energi yang sama kalau ada kesalahan dan harus membongkar. Karena kita harus melepas kaitan tali satu persatu. Ketika membuatnya harus dipastikan panjang benang, motif yang mau dibuat dan hitungan tali yang akan dikaitkan menjadi simpul.
Walaupun sudah dirancang dengan baik, kadang ketika membuat ada perhitungan yang salah. Butuh kreasi dan improvisasi supaya bisa menyelesaikan satu karya.

Daun-Daun Berjatuhan
Tantangan terbesar adalah ketika membuat macrame untuk diri sendiri. Ketika tahu ada yang salah, rasanya malas untuk membongkar, karena butuh energi dan waktu yang sama. Muncul godaan "halah.. kan buat diri sendiri, biar aja ada yang salah, gak ada yang lihat".
Sayangnya, godaan seperti ini kalau diikuti tetap menimbulkan masalah. Bahkan yang dibongkar semakin banyak. Karena ikatan talinya bisa nyambung ke kanan dan kiri.
Biasanya aku berhenti bekerja dulu kalau ada kesalahan. Ada rasa marah dan menyesal karena sudah tahu ada kesalahan kok diteruskan. Akibatnya ya harus ditanggung sendiri. Butuh waktu untuk mengumpulkan energi dan niat membongkar, dengan semangat dari dalam "walaupun untuk diri sendiri ya harus dibuat yang bagus".
Benar juga, kan hasilnya dinikmati setiap hari.

Dalam menjalani hidup, sudah pasti aku juga membuat kesalahan, karena aku tidak sempurna. Kesalahan sekecil apa pun, kalau dibiarkan bisa menjadi besar nantinya. Kadang kesalahan kecil memang tidak kusadari. Baru sadar setelah muncul akibatnya, atau ada orang lain yang melihat dan menunjukkannya. Sikap awal biasanya aku menolak. "ah masak sih salah?", lalu muncul argumen ini itu untuk pembenaran diri. Butuh kelapangan hati untuk melihat keseluruhan masalah, merenungkan dan kesediaan untuk membongkar diri. Tidak hanya sekedar energi dan waktu, tapi butuh kesediaan diri yang sungguh-sungguh untuk memulai dari awal. Sebuah pertobatan.

Ternyata menjadi orang "baik" tidak mudah. Godaan pasti ada. Baik dari luar, maupun dari dalam diri sendiri. Mengoreksi diri sendiri jauh lebih sulit dari pada mengoreksi orang lain. Aku yakin setiap orang memiliki sisi "baik" dalam dirinya. Dan setiap orang juga akan berusaha menjadi baik, dengan segala upaya yang mereka lakukan.

The good you do today, will be forgotten tomorrow. Do good anyway - someone

No comments:

Post a Comment