Pages

Tuesday, March 19, 2019

10.254 miles, 22 states, in 63 days

9. Alien di restoran




Dollywood-Kentucky 187 miles
Kalau mendengar Kentucky pasti langsung ingat ayam goreng. Memang asalnya dari Kentucky, hanya pusatnya di Louisville. Yongkie tidak berencana melewati Louisville, tapi lebih tertarik ke Homeplace. Tempat dimana kita bisa melihat dengan sesungguhnya kehidupan penduduk dimasa lalu. Begitu memasuki Kentucky terasa sekali perbedaan dengan mendengar logat mereka berbicara. Logat yang kental tidak biasa didengar dan sulit dipahami, walaupun Yongkie dan Pokie sudah tinggal di Los Angeles lebih dari 10 tahun. 

Rumah-rumah di Homeplace, yang mereka kunjungi menggambarkan kehidupan di tahun 1800, 1820 dan 1850. Tergambar dari bentuk rumah, mulai hanya dengan satu kamar, dua kamar hingga menjadi beberapa kamar. Kamar mandi letaknya di luar, oleh sebab itu disebut outhouse.

Setiap rumah diberi keterangan tahun berapa dibangun. Kita bisa masuk untuk melihat isi rumah dan juga penduduk yang berpakaian di jaman itu sedang beraktivitas. Bahkan di luar rumah juga ada kegiatan yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. 
Ketika masuk ke rumah tahun 1850, disana ada beberapa wisatawan yang siap mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata. Pemandu wisata mulai menjelaskan bagaimana kehidupan mereka dan kegiatan apa yang mereka lakukan di dalam rumah. Mendengarkan logat bicaranya membuat otak terasa di remas-remas. Hingga 110% Yongkie dan Pokie berusaha untuk mendengarkan dan memahami apa yang dia jelaskan, tapi gagal. Ada perasaan sedih, bodoh dan malu karena tidak bisa mengikuti penjelasan pemandu wisata hingga rasanya sia-sia mengunjungi Homeplace. Atau memang inilah kenyataannya. Bukankah pengunjung diajak ke abad 18, sampai tidak paham bahasa keseharian mereka. Who knows?
Cuma bisa foto, tapi nggak paham apa yang dibicarakan
Mengasah peralatan
Pemandu wisata selesai menjalankan tugasnya mempresentasikan kehidupan di masa itu dan semua pengunjung keluar dari rumah yang kecil, meninggalkan penghuninya yang meneruskan kegiatan mereka di dalam rumah. 
Ada sepasang wisatawan kulit putih setengah baya mendatanginya dan bertanya,
“Son, did you understand what they were talking about?”
Secepatnya Yongkie menjawab  “I barely understand due to the thick accent!”
Kemudian yang pria datang lebih dekat dan berbisik,
“Son....don’t feel bad, I barely understand him either and I am from Boise, Idaho “
Mereka tidak bisa menahan tawa lagi. Benar-benar menggelikan. Tapi membuat mereka senasib dan tidak merasa malu dan bodoh lagi.

Sebutan "oriental people" bagi mereka ketika di negara bagian Tennessee terasa menyejukkan di hati. Semakin ke utara semakin beda pandangan orang terhadap wisatawan seperti mereka. Tidak semua tentunya, tapi ada beberapa orang yang membuat mereka tidak nyaman memasuki negara bagian Kentucky.
Cracker Barrel lunch

Cracker Barrel dishes
Mereka memasuki restoran Cracker Barrel Old Country Store, untuk menikmati  masakan yang sangat mereka sukai karena dimasak lama hingga bumbunya merasuk. Dan peralatan makannya unik dan cantik. Begitu memasuki ruangan banyak mata memandang. Sesaat mereka masih bisa menikmati ketika menjadi pusat perhatian, namun ketika pandangannya mulai aneh apalagi ketika mereka mulai duduk. Dari hanya sekedar berpaling, hingga ada yang menatap seakan melihat alien datang dari planet.
Walaupun tidak nyaman mereka mencoba menikmati hidangan lezat yang tersedia dan sesekali membalas tatapan mereka, untuk meyakinkan bahwa mereka manusia biasa, bukan alien!.

Tiba-tiba ada seorang wanita kulit putih yang mendatangi mereka dengan tersenyum. Rasanya aneh karena mereka tidak mengenali wanita ini dan baru saja mengalami menjadi alien di restoran.
"I saw you in Graceland a few days ago" katanya wanita itu masih dengan senyum ramah.
Terimakasih Tuhan, ternyata ada yang menyadari kalau mereka manusia bukan alien!.
Mereka berdua membalas sapaan ramah ini dan memperkenalkan diri.
Ternyata dunia begitu kecil, atau memang mereka selalu menjadi pusat perhatian dan mudah diingat. Graceland beberapa ratus miles dari Kentucky, dan mereka masih dikenali.

Sekarang, hal semacam ini pasti sudah jarang terjadi. Banyak perusahaan asing di negara bagian Kentucky. Misalnya Nissan dengan karyawan "oriental people". Di Indonesia pun, dulu kalau ada orang kulit putih masuk kampung selalu disebut "wong londo". Mau dari negara manapun tetap disebut londo. Karena yang dikenal, kalau kulit putih pasti dari Belanda. Sekarang sebutannya menjadi "bule". Awalnya berasal dari kata "bulai" yang artinya kulit putih (KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia). 
Sebutan bule untuk orang kulit putih di Indonesia sudah biasa. Dan mereka pun juga bisa menerima disebut bule. Tinggal menjelaskan ketika ada pertanyaan, "where are you from?".

Perjalanan berikutnya ke Ohio, menuju ke arah utara. 

Bersambung

No comments:

Post a Comment